meniti jalan menuju keridhoan allah azza wa jalla.

Blog Archive

kenali gejala insomnia dan cara menanganinya




karena susah tidur seperti ini dan liat temen tidur pulas tercetuslah untuk membahas insomnia.

apa sih insomnia itu?

insomnia adalah gejala kelainan tidur, seperti susah tidur dan biasanya juga diikuti gejala fungsional saat bangun tidur.  seperti itu kawan

insomnia bukan merupakan penyakit namun merupakan gejala yang memiliki banyak penyebab,  seperti kelainan emosional, kelainan fisik dan konsumsi obat.
sulit tidur gak mandang usia mau tua apa muda, hanya saja itu sering timbul karena emosional seperti  kecemasan, gelisah,depresi ,ketakutan  dan hal lain yang mempengaruhi konsentrasi kita unguk tidur.

namun ada pula yang susah tidur karena badan dan otaknya nggak lelah.
dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga.
perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur. pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali. kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi.

orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.

nah ini biasanya terjadi karena
jet lag (pergi dari timur ke barat), kerja malam hari, jam kerja yang berubah-ubah, penggunaan alkohol berlebih, efek samping obat atau kerusakan otak akibat penyakit semacam stroke dan alzheimer 

    





 <h2 style="background-color:red;">gejala</h2>

penderita yang mengalami kesulitan untuk tidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan. Awal proses tidur pada pasien insomnia mengacu pada latensi yang berkepanjangan dari waktu akan tidur sampai tertidur. 

Dalam Insomnia psiko-fisiologis, pasien mungkin mengeluh perasaan cemas, tegang, khawatir, atau mengingat secara terus-menerus masalah-masalah pada masa lalu atau pada masa depan karena mereka berbaring di tempat tidur terlalu lama tanpa tertidur. nah pada insomnia akut, dimungkinkan ada suatu peristiwa yang memicu, seperti kematian atau penyakit yang menyerang orang yang dicintai. Hal seperti ini dapat dikaitkan dengan timbulnya insomnia. 

Pola ini dapat menjadi tetap dari waktu ke waktu, dan pasien dapat mengalami insomnia, berulang terus-menerus. Semakin besar usaha yang dikeluarkan dalam mencoba untuk tidur, tidur menjadi lebih sulit diperoleh. Menonton jam saat setiap menit dan jam berlalu hanya meningkatkan perasaan terdesak dan usaha untuk tertidur. Tempat tidur akhirnya dapat dipandang sebagai medan perang, dan tidur lebih mudah dicapai dalam lingkungan yang asing.

  

kurang lengkap apabila tidak membahas cara menanggulanginya atau <p style="background-color:green;">pengobatan nya</p>

pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia.

Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal.dan buat penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur cahaya yang redup, melupakan penatnya fikiran untuk bisa tidur dan tidak berisik.tapi bila penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi.Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu.

 Alternatif lain untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan terapi hipnosis atau hipnoterapi.




tambahan:

sebuah survei dari 1,1 juta penduduk di amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa mereka yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yangtidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%. 

Insomnia kronis- tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian. Setelah mengontrol durasi tidur dan insomnia, penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian.

*selamat pagi*

0 komentar:

Posting Komentar