meniti jalan menuju keridhoan allah azza wa jalla.

Blog Archive

cermat sebelum curhat




hai sob.. pernahkah kalian mencari solusi dengan bercerita pada teman tapi malah jadi bumerang buat kalian  sendiri karena bercerita pada orang yang salah dan kurang pertimbangan dalam memilih pendengar?


postingan kali ini akan membahas rambu-rambu curhat.
pasti ada saja masalah dalam keseharian kita,namanya juga kehidupan kan? namun sering juga kita ingin menumpahkan semua isi hati pada seseorang yang dekat dengan  kita. entah itu sahabat,saudara,teman,rekan kerja atau orang tua. hal seperti ini gak lepas dari kebutuhan dasar tiap orang buat menjalin hubungan interpersonal. biasanya orang yang memiliki tingkat kepercayaan cukup sehat itu mudah buat curhat sama siapa aja dan juga bisa memilih mana masalah yang harus di ceritain dan mana yang gak boleh di ceritain dan dia juga bisa milih orang yang tepat.sebaliknya jika tidak sehat,merasa tidak nyaman atau amanketika harus bercerita baik yang ringan hingga hal-hal privat yang cukup berat.

niat untuk curhat juga beragam. ada yang emang harus curhat karna udah gak tahan nanggung beban sendirian hingga perlu berbagi dengan orang lain, ada juga yang cuma butuh saran atau alternatif solusi, ada pula yang emang pengen dapet perhatian dari orang lain.
apa pun motivasinya, manfaat curhat membuat seorang merasa lega karena telah membagi beban masalahnya sama orang lain, ngerasa gak sendirian dan dapet dukungan dari kehadiran orang lain di hidupnya.


biar curhat berjalan mulus tanpa efek samping yang bisa buat rugi dan malah memperkeruh suasana, kita perlu perhatikan aturan nya. selain faktor seberapa dekat kita sama orang yang mau kita curhati, dan pemilihan temanya,misalnya soal seksualitas mungkin lebih nyaman dengan saudara kandung dari pada sama orang tua. perhatikan pula orang yang mau di curhati, apakah mampu memberikan masukan yang tepat,mampu menjadi pendengar yang baik ataujustru membuka rahasia kita sebab tidak jarang salah memilh orang malah jadi bumerang. pertimbagkan juga kematangan emosi dan kematangan berfikir jika ingin curhat dengan orang terdekat. karena banyak kasus remaja yang lebih mengandalkan curhat dengan teman sebaya karena lebih cenderung dan lebih percaya dan lebih nyaman,walaupun siteman ini termasuk EMBER buakan membamtu menyelesaikan masalah yang ada justru menceritakan kembali sama orang lain.


bagi yang mendengarkan curhat wajib menjaga kerahasiaan,tidak memaksakan pendapat kita kerana apa yang menurut kita benar belum tentu sesuai sama orang yang curhat ke kita. dan yang curhatnya harus bener-bener yakin bahwa emang orang yang di curhati iyu bisa jaga rahasia. buat ngeyakinin dia bisa jaga rahasia apa nggak bisa dilihat dari perilakuny tiap hari apakah suka ngomongin orang lain apa enggak sama kita.  kalo orang lain aja di jadiin bahan gosip bisa jadi nanti cerita kita juga nanti jadi bahan gosipnya.
sebenarnya lebih nyaman cerita a anggota keluarga, karena mereka gak akan manfaatin kelemahan kita buat senjata buat jatuhin kita, atau kalo emang punya dana lebih baik datng ke psikolog kerena secara profesional udah di sumpah buat jaga kerahaasiaan klien dan emang berkeinginan buat bantu. kalo sama teman ,bisa  nyari teman yang punya masalah serupa jadi dia pun paham persoalan juga bisa diskusi nyari solusi terbaik.   sebelumnya tanya dulu teman ,apa lagi sibuk atau nggak jangan main jeplok curhat aja, kalo teman gak siap yang ada malah bikin kesel dan gak fokus dengerinnya


gak bisa di pungkiri sekarang banyak yang curhat sama sosmed. hati-hati ya karena sosmed banyak yang baca, misalnya curhat tentang orang yang ada di sosmed tersebut, jangan jangan itu malah jadi masalah baru.  beragam masalah sensitif dan pribadi gak usahlah di publikasikan. lebih baik curhat karena kebanyakan tujuan curhat hanya untuk di dengarkan. "karena kebutuhan paling mendasar manusia untuk dipahani,di dengarkan walaupun belum tentu masalahnya selesai, kadang hanya dusuk dan cerita juga berasa udah plong walau solusi belum tentu di dapat"


alasan kenapa lebih banyak orang memilih sosmed jadi wadah curhat karena sangat mudah di aksesnya dan murah bahkan tidak bayar. selain itu ketika menulis dan memposting gak ada penilaian secara langsung yang di dapat. sebab layar handphone atau komputer gak akan ngehakimi. 
banyak orang lupa bahwa sekali memposting di media, akan ada banyak orang yang tau masalahnya artinya kita juga izinin orang buat mengomentari secara positif dan negatif dari postingan yang dibuat.
  curhat di sosmed lebih cenderung pada keluhan pada permasalahan umum saja. contohnya ngeluh karena macet,malam minggu gak punya pacar, rekan kerja yang menyebalkan atau gaji yaang udah abis. sedangkan kalo curhat sama seseorang lebih ke akar permasalahan dan ceritanya jadi lebih mendalam.

berhati-hatilah kalo curhat di sosmed,karena kita bakal dapet penilaian orang lain dalam jumlah yang banyak secara bersamaan. bisa jadi postingan kita disebar secara viral. INGAT, kasus orang yang mencerca ibu hamil? atau merendahkan budaya kota tertentu? atau baru-baru yang merendahkan kepercayaan orang lain? SUDAH DAPAT MALU, bisa sampai kasusnya  di bawa ke pihak berwajib. jadi kalo mau curhat di sosmed lebih baik yang ringan-ringan aja dan juga gak sering, karena ntar orang jadi antipati sama kita lebih baik cerita sama orang yang kita percaya atau perlu ke psikolog kalo emang masalahnya udah berat.







tambahan: curhat jadi ajang belajar para remaja buat milih mana orang/teman yang bener-bener tepat, dan man yang gak bisa di jadiin temen curhat.



 pilihlah teman curhat yang dapat di percaya dan mampu jadi pendengar dan pemberi saran yang baik..


0 komentar:

Posting Komentar